Make your own free website on Tripod.com
index-bahasa
index-english
diskusi
discuss
Teori Politik
Teory of Politics
Diskusi (ngomongin keadaan Indonesia)

hakRakyat
(people's rights)

Negara Demokrasi adalah negara yang menempatkan rakyat dan pemimpinnya SAMA-SAMA TERIKAT dalam satu aturan main atau UU yang sama. Tidak ada double standard; seperti di Indonesia.
  1. Sistem Politik David Easton ?
  2. Logika Bayar Pajak ?
  3. Logika Oknum ?
  4. Budaya Kita?

Kami menunggu logika Anda, yang mungkin akan disensor di media lain.

hakrakayat@usa.net


Sistem Politik David Easton

Input - Proses - Output
David Easton mengartikan secara sederhana untuk menjadikan pemerintahan yang bijak; input ( apa-apa yang menjadi aspirasi rakyat), proses (aspirasi rakyat dibicarakan di dewan perwakilan rakyat), output (menghasilkan kebijakan sesuai dengan aspirasi rakyat).

Di Indonesia sistem Easton digunakan sebagai alat legitimasi kekuasaan agar tetap berkesinambungan: input (segala informasi kelemahan rakyat), proses (kelemahan tersebut disiasati), output (menghasilkan rekayasa yang tidak disadari rakyat).

BALIK KE AWAL

Logika Bayar Pajak

Kita semua wajib bayar pajak, hal ini benar, kalau kita melihat bahwa pajak adalah kompensasi kita untuk suatu pelayanan; berupa : keamanan, pelayanan administrasi negara seperti pengurusan KTP, dll yang sifatnya untuk masyarakat banyak.
Di negara kita rada sedikit aneh, karena kita harus bayar pajak, tapi kalau lapor kehilangan atau minta bantuan polisi, atau buat KTP, kita pun masih harus membayar biaya ini-itu.

BALIK KE AWAL

Logika Oknum

Istilah OKNUM hanya berlaku untuk penguasa. Kalau ada aparat yang salah; penguasa buru-buru mengelak dengan mengatakan bahwa itu adalah oknum dari lembaga tertentu atau instansi tertentu.
Sedangkan untuk rakyat, tidak ada istilah OKNUM. Kalau saja ada salah seorang anggota keluarga yang salah. Maka; mulai dari kakek, nenek, Bapak, Ibu, cucu, dan semua-muanya turut menjadi terdakwa.
Buktinya mana ?
Kita sama-sama sepakat mengenyahkan komunis dari muka bumi Indonesia. Tetapi bukan berarti keluarga dari TAPOL juga sama dengan TAPOL itu sendiri.
Coba kalau kita sama-sama terikat dalam satu aturan main atau UU yang sama. Mungkin negara kita rada sedikit bersih dari korupsi kekuasaan.

BALIK KE AWAL

Budaya Kita

Jika ada hal-hal mengenai nilai-nilai demokrasi yang dirasakan kurang mendukung penguasa, biasanya penguasa lantas mengeluarkan fatwa, bahwa itu bukanlah budaya orang Indonesia.
Pertanyaannya adalah, apakah nilai-nilai menindas bangsa Indonesia yang ditinggalkan oleh bangsa penjajah dahulu, yang kini juga dilakukan oleh penguasa kepada rakyatnya sendiri, adalah budaya kita?
Buktinya mana?
Tata Niaga Cengkeh, Sarang Burung Walet, dan masih banyak lagi dengan nama-nama bagus. Yang pelaksanaannya merupakan bentuk-bentuk penindasan bagi rakyat.

BALIK KE AWAL

hakrakyat@usa.net
©1998, Yayasan Lahar (Lembaga Advokasi Hak-hak Rakyat)